01 Juni 2010

FMDB : Prince of Persia, review


Film summer calon blockbuster berjudul Prince of Persia ini muncul di bioskop Jogja pada Kamis tanggal 27 Mei lalu. Dan seperti film- film populer lainnya yang muncul di Jogja, premierenya penuh. Banget. Dari luar bioskop kelihatan deh. Kayak ngantri sembako.

Berhubung males menonton di hari pertama, gue memutuskan untuk menonton di hari Jumatnya dengan prediksi pada jam shalat Jumat pasti sedikit yang ngantri. Alhamdulillah keberuntungan lagi menyertai gue yang ngantri sendirian saat itu dan sukses mendapat tiket 8 biji untuk nonton jam 16.30.

Okay, here goes the review.
Menghentak dari menit ke-15. Penyerangan ke kota Alamut oleh pasukan Persia sanggup membuat penonton terpesona, apalagi performance Jake Gyllenhall sebagai Prince Dastan si tokoh utama tidak mengecewakan. Tidak sia- sia 6 bulan dia fitness untuk membentuk badan jadi setengah Hulk gitu, serta belajar parkour.

Kosakata baru : parkour.
What is parkour? Parkour merupakan olahraga modern yang pertama kali dipopulerkan di Perancis dan menjadi sorotan saat muncul di film Yamakasi.
Dari wikipedia, definisi parkour or l'art du d├ęplacement is the physical discipline of training to overcome any obstacle within one's path by adapting one's movements to the environment.[2] It is a non-competitive, physical discipline of French origin in which participants run along a route, attempting to negotiate obstacles in the most efficient way possible. Skills such as jumping and climbing, or the more specific parkour moves are employed. The object of parkour is to get from one place to another using only the human body and the objects in the environment. The obstacles can be anything in one's environment, but parkour is often seen practiced in urban areas because of the many suitable public structures available such as buildings and rails.

(sengaja tidak dibahasakan ke Bahasa sebab.. biar PADA PUSING! gyahahaha..)

Olahraga ini lagi hip banget, apalagi di Jakarta yang menghadirkan komunitas Parkour bertempat latihan rutinnya di Senayan tiap Minggu. Come, see and learn if you dare *grin*

Kembali ke film.
Ceritanya sih standar petualangan. Pangeran Persia bernama Dastan ini awalnya berasal dari kaum bawah dan tiba- tiba lewat suatu peristiwa diangkat menjadi anak oleh Raja Persia, yang walaupun sudah punya dua anak lelaki dari perkawinannya, tertarik oleh keberanian dan kejujuran dari si bocah.

Kemudian konflik dimulai ketika Dastan dituduh membunuh ayah angkatnya, si Raja Persia, dan serta merta terpaksa membantu tokoh utama wanita bernamaTamina, putri mahkota kerajaan Alamut (yang di sesi awal diserang oleh Persia) untuk mengembalikan nama baik dan menyelamatkan kerajaannya dari ancaman salah satu anggota keluarganya sendiri yang mengincar tahta kerajaan, dengan cara mengembalikan pusaka kerajaan Alamut bernama Dagger of Time sebelum kiamat tiba meratakan bumi timur tengah ini.

Don't blink too much soalnya film ini dihiasi pemandangan timur tengah yang keren banget. Buat cowok, don't blink too much juga. Untuk tokoh utama wanitanya yang dimainkan oleh aktris Inggris bernama Gemma Arterton, dibuat sebegitu cantiknya untuk menarik mata kalian agar tidak beranjak dari film. Buat cewek yang nonton, yah.. Sabar ya? :)

Kalo butuh tontonan yang tidak banyak mikir tapi cukup menghibur, film ini bisa jadi opsi tontonan di weekend. Siapa tau setelah nonton, kalian jadi pengen loncat- loncat tembok juga :D

oleh : Fauziah Asma, penikmat segala film (tapi tidak untuk film horor!).

2 Comments:

  1. Satriyo Luhur Prasetyo said...
    salam kenal
    filmnya bagus c tp
    ane lebih suka game nya,,, asik banget
    justin bibe said...
    keren tulisannya dah ngga diupdate tapi udah PR4 aja nih blognya...kapan ngeblog lagi?hebat tulisannya banyak..
    ditunggu kunjungan baliknya ya gan..
    http://kumpulan-puisik.blogspot.com/2013/02/jalantikuscom-download-gratis-aman-dan.html

Post a Comment